III.KEDUDUKAN
TAUHID DAN PENGAMALAN-NYA.
1. Tentang ibadah kepada Allaahh:
Firman Allaahh
ta’alaa dalam Al Qur-an (surat Adz Dzariyaat ayat 56):
Wamaa khalaqtul
jinna wal insa illaa li’yabuduun.
Artinya:
Dan Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Ibadah ialah: Penghamba-an diri kepada Allaahh
Ta’alaa dengan menta-ati segala perintahNya dan menjauhi segala larangan-Nya,
sebagaimana yang telah di sampaikan oleh
Rasulullaahh Shalallaahhu ‘alayhhi wassalam. Dan
inilah hakikat/haqiqat agama islam. Karena Islam maknanya ialah penyerahan diri
kepada Allaahh semata-mata yang disertai dengan kepatuhan yang mutlak
dengan penuh rasa cinta dan rendah diri kepadaNya.
Ibadah juga
berarti segala ‘itikad, perkata-an, perbuatan, lahir maupun bathin hanya yang dicintai
dan diridlai Allaahh semata. Dan suatu amal akan diterima oleh Allaahh
apa bila dikerjakan dengan ikhlash.
2. Tentang agar
menjauhi thaghut.
Pirman Allaahh
dalam Al Qur-an (surat An-Nahl; ayat
36):
Walaqad ba’atsnaa fii kulli umatir-rasuulaan a’nibuduulaahha waajtanibuuth-thaghuuta faminhhum-man
hhadzaallaahh wa minhhum-man haqat ‘alayhhidl-dlalatu fasiiruu fiil ardli faandhuruu
kayfa kaana ‘aqibatul mukadz-dzibiina.
Artinya:
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allaahh (saja), dan jauhilah Thaghut)*
itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh
Allaahh dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan
baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
)*Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain
dari Allaahh s.w.t.
Firman Allaahh
dalam Al Qur-an (surat Al Ambiya ayat 25):
Wamaa arsalnaa min qablika mir-rasulin illaa nuuhiy ilayhhi
an-nahhu laa ilaahha illaa anaa ‘fa
buduuni.
Artinya:
Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu
melainkan kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak)
melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
Firman Allaahh
dalam Al Qur-an (surat Al Araaf ayat 59):
Laqad arsalnaa nuuhaan ilaa qawmihhi faqaala yaa qaw ‘mi buduullaahha maa lakum min ilayhhin
ghayruhhu innii akhaafu ‘alykum ‘adzaaba
yawmin ‘adhiimin.
Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia
berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allaahh, sekali-kali tak ada Tuhan
bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allahh),
Aku takut kamu akan ditimpa adzab hari yang besar (kiamat).
Firman Allaahh
dalam Al Qur-an (surat Al Araaf ayat 63):
Awa ‘ajibtum an jaa-aakum dzikrummirrabbikum
‘alaa rajulimminkum liyundzirakum walitattaquu wala ‘allakum turhamuuna.
Atinya:
Dan apakah kamu (Tidak percaya) dan heran bahwa datang
kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantara-an seorang laki-laki dari
golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan Mudah-mudahan kamu bertakwa
dan supaya kamu mendapat rahmat?
Wailaa tsamuuda
akhahhum shalihaan qaala; yaa qaw ‘mibuduullahha maalakum min
ilaahhin ghayruhhu qad
jaa-aatkum bayyinatum-mirrabbikum hhadzihhi naaqatuullahhi
lakum aaayatan fadzaruuhha taakul fil-ardliillaahhi Walaa
tamassuuhhaa bisuu iin fayaakhudzakum ‘adzaabun aliim.
Artinya:
Dan (Kami Telah mengutus)
kepada kaum Tsamud saudara mereka shaleh. ia berkata: "Hai kaumku,
sembahlah Allaahh, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.
Sesungguhnya Telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. unta betina
Allaahh Ini menjadi tanda bagimu, Maka biarkanlah dia makan di bumi Allaahh,
dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu
akan ditimpa siksa-an yang pedih."
Firman Allaahh
dalam Al Qur-an (surat Al Araaf; ayat 85):
Wailaa madyana akhaahhum Syu ‘aybaan qaala yaaqaw ‘mibudullaahha
maalakum min ilaahhin ghayruhhu qad jaa-aatkum bayyinatum
mirabbikum fa awful Kayla walmizaana walaatabkhasunnasa asy-ya aahum
walaatufsiduu fil ardli ‘bada islaahihhaa dzalikum
khayrul lakum inkuntum muu-miniina.
Artinya:
Dan (Kami Telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan)* saudara
mereka, Syu'aib. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allaahh,
sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya Telah datang
kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan
timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan
timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan
memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu
orang-orang yang beriman".
)*Mad-yan adalah nama putera nabi Ibrahim a.s. Kemudian
menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Mad-yan itu. Kabilah Ini diam
di suatu tempat yang juga dinamai Mad-yan yang terletak di pantai laut merah di
tenggara gunung Sinai.
3.Tentang agar
menyembah Allaahh saja dan berbuat baik kepada kedua orang tua dan wasiat Allaahh kepada Nabi Muhammad.
Firman Allaahh
dalam (Al Qur-an surat Al An’am; ayat 151):
Qul ta’aalaw atlu maa harrama
rabbukum ‘alaykum allaatusyrikuubihhi wabil waalidayni ihsaanan walaa
taqtuluu awlaadakum min imlaaqin nahnu narzuqukum waiyyahhum walaa
taqrabuul-fawaahisya maa dlahhara minhhaa wamaa bathana walaa
taqtuluun-nafsal latii harramallaahhu illaa bilhaqqi dzaalikum
wash-shaakum bihhi la’alakum ‘taqiluun
Artinya:
Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang
diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu
dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu
membunuh anak-anak kamu Karena takut kemiskinan, kami akan memberi rizki
kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan
yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah
kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allaahh (membunuhnya) melainkan
dengan sesuatu (sebab) yang benar)*". demikian itu yang diperintahkan
kepadamu supaya kamu memahami(nya).
)*maksudnya yang dibenarkan oleh syara' seperti
qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.
Firman Allaahh
dalam Al Qur’an (surat Al An’am; ayat 152):
walaa taqrabuu maalalyatiimi illaa
billatii hhiya ahsanu hattaa yablugha asyuddahhu wa-awfuulkayla
walmiizaana bilqisthi laa nukal-lifu nafsan il-laa wus’ahhaa wa-idzaa qultum
‘fadiluu walaw kaana dzaa qurbaa wabi’ahdillaahhi awfuu dzaalikum
wash-shaakum bihhi la’allakum tadzak-karuun.
Artinya:
Dan
janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa-at,
hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.
kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya.
dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia
adalah kerabat(mu))*, dan penuhilah janji Allaahh)*. yang demikian itu
diperintahkan Allaahh kepadamu agar kamu ingat.
)*maksudnya
mengatakan yang Sebenarnya meskipun merugikan kerabat sendiri.
)*maksudnya
penuhilah segala perintah-perintah-Nya.
Syirik ialah;
Memperlakukan sesuatu sellain Allaahh disamakan dengan Allaahh
dalam hal yang merupakan hak khusus bagiNya.
Ibnu Mas’ud
radliyallahhu ‘anhhu berkata:
”Barang siapa yang ingin meliha wasiat Muhammad
shalallaahhu a’layhhi wassalam, yang tertera diatasnya cin-cin
beliau setempel beliau, maka hendaklah dia membaca Firman Allaahh ta’alaa:
Katakanlah-(Muhammad): Marilah
kubacakan apa yang diharamkan kepadamu,yaitu: janganlah kamu berbuat syirik
sedikitpun kepada-Nya… dan seterusnya, sampai kepada firman-Nya: dan
(kubacakan) sungguh inilah jalanku berada dalam keadaan lurus…dan seterus-nya.
(atsar ini diriwayatkan At Tirmidzi, ibnu Al Mundzir dan ibnu Abi Hatim.