Selasa, 29 Maret 2016

ILMU MENGENALI DIRI


Ilmu mengenali diri.
Menenal diri itu ada 3 (tiga) antara lain:
1.   Hendaklah mengetahui asal diri nya.
2.   Hendaklah mengetauhi mematikan dirinya sebelum mati.
3.   Hendaklah mengetahui sir Allaahh didalam wujud Insani
Alhadits :
·       ﻣﻦﻋﺮﻑﺍﻠﻨﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪﻋﺮﻑﺍﻠﺮﺑﻪ ﻮﻣﻦﻋﺮﻑﺍﻠﺮﺑﻪ ﻓﻘﺪﺍﻠﺠﻬﻞﺍﻠﻨﻔﺴﻪ٬
 “Man a’rafa nafsahhu faqad a’rafa Rabbahhu, man arafa Rabahhu faqad jahla nafsahhu”
Artinya:
“Barang siapa mengenali diri-nya makan akan mengenali Tuhan-Nya, barang siapa yang mengenali Tuhan-Nya maka  akan merasa bodoh/binasalah diri-nya”.
Manusia yang tidak mengenal Tuhan maka dia akan menjadi Jahhil murakab, yaitu bersusun dua kejahhilan dalam diri-nya, pertama akan jahhil pada diri-nya dan yang kedua akan jahil pada Tuhan-Nya. Adapun mengenali diri itu Ta’liqnya kepada membinasakan akan wujudnya.
Alhadits:
ﻋﺮﻓﺕﺍﻠﺮﺑﻰﺑﺎﻠﺮﺑﻰ
 “ Aku kenal Tuhan-ku dengan dengan pengenalan Tuhan-ku juga”.
·       Arti Shifat itu adalah rupaNya, yang menjadi nyawa kepada kita,jala-nya kepada tubuh manusia menjadi ma,rifat.
·       Arti Dzat itu adalah diriNya, yang menjadi rahasia kepada kita,jalan-nya pada tubuh manusia menjadi Haqeqat.
·       Arti Asma itu adalah namaNya, yang menjadi hati kepada kita.jala-nya kepada tubuh manusia menjadi thareqat.
·      Arti Af’al itu adalah perbuatan-Nya, yang menjadi tubuh kepada kita,jalan-nya kepada tubuh manusia menjadi syareat.
Mengenai itu tadi:
Syareat itu ialah perkatan-nya,istana-nya pada lidah.Thareqat itu ialah perjalanan-nya,istana-nya pada hati,Haqekat itu ialah tempat kediaman-nya, istananya pada nyawa/ruh.Ma’rifat itu ialah kelakuan-nya,istan-nya pada seluruh tubuh.
Empat unsur alam yang menjadikan kehidupan didunia yaitu:
1.Syare’at dari  unsur Tanah, dan menjadi badan Muhammad
2.Thareqat dari unsur Air, dan menjadi Nur Muhammad/jaohar awal.
3.Haqekat dari unsur angin,dan menjadi nyawa/ruh Muhammad.
4.Ma’rifat dari unsur api, dan menjadi  penglihatan pada Muhammad.
·       Awal Muhammad itu Nurani yaitu nyawa pada kita.
·       Akhir Muhammad itu ruhani yaitu hati kepada kita.
·       Dlahir Muhammad itu insani yaitu tubuhkepada kita.
·       Bathin Muhammad itu Rabbani yaitu rahasia kepada kita.
Jadi jelaslah dari uraian di atas bahwa yang menjadi syarerat itu ialah tubuh Rasulullaahh dan ma’nanya ialah Rohani,Thareqat ialah hati Rasulullaahh ma’nanya ialah Ruh Rohani,Ma’rifat ialah ialah penlihatan Rasulullaahh ma’nanya ialah Ruh Iddlafi dan Haqekat ialah Ruh/nyawa Rasulullaahh ma’nanya Ruh Rabbani yang sejati. Adapun syare’at itu hancur kepada Thareqat dan Thareqat itu hancur kepada dan haqeqat itu hancur kepada Nur, itulah bayang-bayang Allaahh yang sebenar-nya. Adapun matinya orang syareat itu hancur.
Adapun matinya orang thareqat itu kurus kering.
Adapun matinya orang haqekat itu  utuh /tidak rusak.
Adapun matinya orang ma’rifat itu lenyap kembali kepada asalnya.
Inilah
Hal mengenal diri yang tiada akan mati dan hidup untuk selamanya seperti hidup-nya para ahhlil- Irfan dan Mursalin.

B.Kedua Ilmu mengenali Nurullaahh/Johhar Awal/Nur Muhammad.
Tidak akan sempurna seseorang mengenal dirinya melainkan harus terlebih dahulu asal akan diri yang mula-mula dijadikan Allaahh Ta’ala.
Abdullaahh Ibnu Abas bertanya pada Rasulullah:
“Yaa Rasulullah, apa yang mula-mula dijadikan Allaahh?” maka sabda Rasulullaahh:
ﺇﻦﺍﷲﺨﻠﻖﻗﺒﻞﺍﻷﺸﻴﺎﺀﻧﻮﺮﺍﻠﻧﺒﻴﻚ
“Innallahha khalaqa qablal-asy-yaa-a nuurun Nabiyyuka”
“Bahwasanya  Allaahh Ta’ala  menjadikan dahulu dari pada segala isi-nya yaitu menjadikan cahaya nabi-mu”.
ﺇﻦﺍﷲﺨﻠﻖ ﺍﻠﺮﻮﺡﺍﻠﻧﺒﻲ ﺻﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪ ﻮﺴﻠﻢ ﻣﻦﺫﺍﺗﻪ
Innallaahha khalaqar-ruuhun-nabiyushalallaahhu a’layhhiw-wassalam. Mingdzatihhi”.
Artinya;
“Sesungguhnya Allaahh  Ta’laa menjadikan Ruh Nabi shalallaahhu a’laihi wasalam dari DzatNya”
ﺃﻧﺎﺃﺏﺍﻷﺮﻮﺍﺡ ﻮﺃﺪﻢ ﺃﺏﺍﻠﺒﺸﺮ
Artinya:
“Kata Nabi: Aku bapak segala Ruh da Adam bapak segala batang tubuh”.
Sebagimana firman Allaahh:
ﺨﻠﻖﺇﻹﻧﺴﺎﻦ ﻣﻦﻃﻴﻦ
“Khalaqal insaana min thiin”.
Artinya;
“Aku jadikan insan manusia(adam) itu dari tanah”.
Makajelaslah Adam itu sebagai bapaksegala batang tubuh karena tanah itu terdiri dari pada air, air itu dari pada Nur Muhammad. Jelas barang siapa mencintai Muhammad dengan segala batang tubuh-nya ia mencintai dan ruh-nya maka iapun mencintai akan tuhan-Nya.
Maka janganlah engkau mengira bahwa segala kenyata-an itu lain dari Nur Muhammad.
Firman Allaahh yang Artinya:” Apapun yang datang kepada-mu itu dari pada sisi Allaahh yaitu Nur Muhammad, maka janganlah engkau berpindah dari pada nur Muhammad itu. Semua ada didalam pekerjaan ibadah dan pekerjaan lain-nya.kecuali pada pekerjaan maksiat maka hendaklah engkau hakekatkan  bahwasanya semua ini dari Nur Muhammad.
ﺨﻠﻘﺘﻚ ﻠﻨﻔﺴﻰ ﻭﺨﻠﻘﺘﻚ ﻛﻞﺷﻴﺊﻠﻚ
“ Khalaqtuka linafsi wakhalaqtuka kulli syay-in laka”.
Artinya:
“Aku jadikan engkau (Muhammad) karena aku dan aku jadikan segala sesuatu (alam semesta) karena engkau (Muhammad).


Sebenar- nya nyawaitu Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu adalah shifat-nya yaitu shifat hayyat bukan shifat hayyun. Menurut setengah ulama bahwa yang sebenar-benar-nya diri itu adalah Ruh.Ruh itu ada 4 (empat):
1.Nafas.
2.Nufus.
3.Tanafas.
4.Anfus.
Ruh itu masuk pada tubuh nyawa namanya, apa bila keluar masuk Nafas namanya apa bila berkehendak ikhtiar namanya dan apa bila berkeinginan Nafsu nama-nya apa bila  ingat, sadar nama-nya, apa bila ada kepercaya-an iman nama-nya dan apa bila membuat sesuatu  akal nama-nya dan pohon akal itu adalah ilmu itulah sebenar-benar nya yang dinamakan diri:
1.   Nafas ialah: yang keluar masuk,keluarnya dari pusat itulah shifat Jalal yang menjadi suara dan pengrasa pada kita dan Ijra-il malaikatnya.
2.   Nufus ialah: yang tiada masuk,keluar-nya dari otak itulah shifat Kamal yang menjadi penglihatan pada kita Mingkail malaikatnya.
3.   Tanafas ialah: yang keluar tiada masuk keluarnya pada hati yang putih bersih itulah sifat Jamal yang menjadi penciuman kepada kita  Israfil malaikatnya.
4.   Anfus ialah: keluar nya pada jantung kita itulah shifat Qahar jadipendengaran pada kita Jibrail malaikatnya.
Pusat pendengaran penglihatan penciuman suara dan pengrasa, itusemua berkumpul ditubuh bagian atas (kepala) yang empat itu jadi hayat dan didalam hayat itu budi dan didalam budi itu mani dan didalam mani itu sir Muhammad dan didalam sir itu ni’mat  Allah  itulah yang bernama nur Muhammad dan datang dari Nur Allah  yang disebut JAOHAR AWAL atau Nurmuhamad itu  Allah juga  yang tahu, itulah yang dimaksud laut u’budullaahh yang amat luas dan amat dalam  tidak dapat dicapai oleh akal dan tiada tersurat oleh tulisan  dan tiada ter ucap dengan kalam. Laa harfin walaa shautin. Artinya: tiada huruf tiada suara  laa ya’rifullaahhi illallaahh. Artinya: tiada yang mengenal Allaahh melainkan Allaahh.
” Barang siapa yang mengenal diri-nya niscaya akan mengenal Tuhan-nya.”
3.Mengenali  Rab (Tuhan)-Nya.
a.Marifat kepada Allaahh itu ada 5(lima) antara lain:
1.Ma’rifat kepada Wahdaniyyat Allaahh Taa’laa yaitu esa   demgan sendiri nya.
2.Ma’rifat kepada Ta,dhim Allaahh Ta’alaa yaitu akan kebesaran Allaahh Ta’ala.
3.Ma.rifat kepada Anugrah Allaahh Ta’alaa, seperti firman Allaahh Ta’alaa
ﻻﻴﻄﻤﺮﻋﻠﻰﻏﻴﺮﻩﺃﺤﺪﺇﻻﻠﻤﻦﺍﺮﺘﻀﻰﻤﻦﺮﺴﻮﻝ
“Laa yathmiru a’laa ghayrihhi ahadun illaa limanirtadhaa mir-rasuli”.
Artinya:Tiada aku anugerahkan  rahasia itu pada seseorang kecuali yang aku ridlai daripada Rasulku.
4.Ma’rifat keapada Awal dan Akhir Allaahh Ta’alaa yaitu  Dia Allaahh tiada yang mengawali dan tiada yang mengakhiri.
5.Ma’rifat kepada Sirrullaahh Ta’alaa dalam wujud insan. Kalau kita tidak mengetahui/mencari tahu akan menjadi dosa. Sabda Nabi:
ﻭﺠﻮﺪﻙﺫﻧﺐﻻﻗﻴﺎﺲﻟﻪ
Artinya:Wujudmu itu dosa tiada kiyas bagi-nya. Walaupun dalam kebaktian sekalipun umpamanya jasad dengan ruh. Demikian pula kebaikan itu tiada akan sempurna jika tidak dengan ilmu.
b.Tingkatan Ma’ripfat pada manusia bisa dirasakan dan dipahami dari beberapa firman sebagai berikut:
Firman Allaahh:
Jismul-insaani wanafsihhi waqalbihhi wassam’ihhi wabasharihhi warijlihhi Wakulla dzalika adhartu lahhu linafsi binafsi laa huwa illaa anaa walaa ana ghaeruhhu.
Artinya:
Tubuh Manusia itu dan nafas-nya dan hatinya dan ruhnya dan pandangan-nya penglihatan-nya dan lidah-nya dan tangan-nya dan kaki-nya dan yang lain-lain-nya aku nyatakan bahwa diriku dengan dirinya dan tiada insane itu lain dari padaku dan tiada aku lain daripada-nya.
Demikianlah Hak Allaahh Ta’alaa itu ada beserta dirimu dimanapun  dirimu berada disitulah Allaahh ada.
Firman Allaahh:
Wahuwa ma’akum aenama kuntum, wafi anfusikum apala tubshiruun.
Atinya:
 Dan Dia Allaahh serta kamu dimana saja kamu berada disitu pula-lah dia berada beserta dirimu kenapa kamu tidak melihatnya.
Firman Allaahh:
Wanahhnu aqrabu ilaihhi min hablil wariid.
Artinya:
Dan kami Allaahh lebih dekat kepada mu dari pada otot lehermu sendiri.
Dan apa bila ada yang bertanya tentang aku yaa Muhammad maka jawablah sesungguh-nya aku dekat.
Karena Allaahh memiliki 3 (tiga)Martabat antara lain:
1.Ahadiyahh.
Artinya: Allaahh itu esa dinamai juga  martabat laa ta’yun atau tiada nyata. Contoh seperti Matahari. Apabila kita lihat mata hari maka tak terlihat wujud-nya karena terhalang oleh cahya-nya, begitu juga Dzat Allaahh kita lihat pada wujud insan. Akan seperti kita melihat matahari.Ta’yin  adalah wujud yang mutlak tidak terlihat sejatinya, belum adanya wujud nur syuhud dan dinami dengan  wujud asma yang tidak bertempat ibarat biji didalam cangkang karena  ta’yin maka itu namanya Ghaybul-ghuyub artinya terang tidak kelihatan tempatnya itulah Dzatul-Dzat artinya Dzat yang ada juga dinamai Ahdiyyatul-kasyrah dari yang menciptakan kepada yang diciptaka/dari Rubbubiyahh kepada ‘ubudiyahh.
2.Wahdahh.
Artinya Allaahh itu esa karena perhimpunan Tanzihun
Yaitu suatu satu kesatuan yang asli dan pasti ibarat laut dan ombak tdal bias dipisahkan disebut ta’yin awal yaitu nyata yang pertama yaitu Allaahh dengan Muhammad  yaitu Dzat dengan Shifat. Seperti fiman Allaahh:
Wahhuwa ma’akum aenamaa kuntum.
Artinya:
Dimana kamu/manusia itu ada disitu pulalah Allaahh ada. Dan  itulah wujud Allah Nursyuhud dinamai hakekat Muhamad atau jaohhar awal dan sebenarnya Muhammad  dinamai juda Ruhul kudus ruh suci  ruh segala ruh disebut juga wujud idhafi
3.Wahdiyahh.
Artinya Allaahh itu esa dengan ta’yin tsani atinya Allaahh itu bernama Muhammad karena Muhammad itu Af’al Allaahh, dan itulah hakekat insan, Dzat a’yan sathahh nama-nya. Artinya diri yang sudah nyata.
Dan ketiga itu Ahdiyahh- Wahdahh dan Wahdiyahh dinamakan qadhim ta’jali insan,Kesemuanya itu qadli lagi tajali,
DanMartabat  hamba itu ada 4 (empat antara lain:
1. Alam ruh.
2.Alam miitsal.
3. Alam ajsam.
4. Alam insan.
Keempat martabat itu baru semuaya mengambarkan ada-nya Allaahh ibarat bayangan tidakmungkin ada kalau tidak ada yang punya bayangan-nya, nah begitulah yang dimaksud apabila sudah bias memahami/mengenal diri maka akan bias memehami/mengenal Tuhan.
Kata sayidina ’Ali:
ﻣﻦﻧﻈﺮﺷﻴﺋﺎﺑﻞﻠﻢﻴﺮﺍﷲﻓﻬﻮﺑﺎﻄﻼ
Man nadhara syaiaan bal lam yarallaahh fahuwa baathilaan.
Artinya:
Barang siapa melihat sesuatu tapi tidak melihat Allaahh Ta’alaa didalam penglihatan-nya maka sia-sialah penglihatan-nya. Karena yang dikatakan ma’rifat itu adalah satu dan ma;rifat kepada Allaahh kata syekh Ahmad salah satu dari wali senbilan/wali sanga:
Tiada buih tiada ombak tiada laut melainkan air semua-nya.itu ibarat kalimah thayibah LAA ILHHA ILLALLAHH
Maksud-nya tiada yang menjadikan dunia dan akhirat melainkan Allaahh Ta’alaa, dan inilaahh kalimah thayibah yang selau dibuat kalimat untuk berdzikir kepada Allaahh Ta’alaa.
Mengenai rahasia-nyawa- hati- tubuh. Adalah seperti:
Rahasia dibuat di dalam tubuh dan bersemayam didalam tubuh itu nyawa dan hati tersimpan di dalam tubuh dan nyawa  dari ketiga nya itu menjadi rahasia tuhan  dalam diri manusia.
Mengenai sirullah dalam wujud insani sebagai mana firman Allaahh dalam hadits kudsi:
ﺃﻹﻧﺴﺎﻥﺴﺮﻯﻭﺃﻧﺎﺴﺮﻩ
Al-insanu sir-ri wa-ana sir-ruhu.
Artinya; Insan/Manusia itu rahasiakKu dan Aku adalah rahasia insan/Manusia.
1.   Dzat dengan yang punya dzat adalah satu.
2.   Shifat dengan yang punya sifat adalah satu.
3.   Asma dengan yang punya asma adalah satu.
4.   Af’al dengan yang punya af’al adalah satu.
Itu semua tajali pada diri manusia. Sebagaimana dalam hadits Qudsi:
ﺃﻹﻨﺴﺎﻥﺳﺮﻭﺴﺮﺻﻔﺎﺗﻰﻭﺻﻔﺎﺗﻰﻻﻏﻴﺮﻩ
Al-insanu sirri wasirrri shifati washifati laa ghayrihhi.
Artinya: Manusia itu rahasiaKu dan rahasia itu shifatKu.Dan shifat itu tiada lain dariKu.
Mengenai Af’al Allaahh itusebenarnya juga shifat Allaahh shifat Allaahh juga tiada lain hanya Dzat alah juga. Jadi fahamnya adalah bahwa tidak lagi mempunyai diri hanya Allaahh yang ada  dan smacam ini namanya Ihram, artinya tiada tahu lagi dirinya dan Tuhan-nya seperti sebuah besi umapama dipanaskan maka tidak kelihatan besinya yang kelihatan hanyalah api saja. Artinya yang ada hanya wijud Allaahh saja (kekal dengan Allaahh adanya).
Kesimpulan-nya ialah  ALLAAHH ITU MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA.
Dan ketahuilah Allaahh itu tidak bias dikira-kira nama-nya oleh  sekalian ulama, Tetapi telah mashur Nama Allaahh itu ada 99 nama maka didalam yang 99 itu dipikihlah asma tunggal yaitu tiada yang melebihi dari ALLAAHH karena Allaahh itu ada 4 (empat) hurupnya yaitu: ﺍﻝﻝﻫ  ﺃﷲ     ALLAAHH.
Jika terhimpun huruf yang 4 (empat) maka akan berbunyi:
ﺍﻝﻝﻫ        : ﺃﷲ   : ALLAHH =  ﺃﷲﺍﻠﺬﻯﺧﻠﻖﺍﻠﺴﻤﻮﺍﺕﻮﺍﻷﺭﺽ
Jika dihilangkan huruf  (Alif)-nya maka berbunyi:
  : ﻝﻝﻫ          : LILLAHHI =ﷲﻣﺎﻓﻰﺍﻠﺴﻤﻮﺍﺕﻮﺍﻷﺭﺽ
Jika dihliangkan huruf (lam awa)l-nya nak berbunyi:
ﻠﻪ : ﻝﻫ           :  LAHHU = ﻠﻪﺍﻠﻤﻚﻮﻠﻪﺍﻠﺤﻤﺪ
Jika dibuang huruf (lam akhir)-nya maka berbunyi:
             : ﻫﻮ : HHU =ﻫﻮﺍﷲﺍﻠﺬﻯﻻﺇﻠﻪﺇﻻﻫﻮﺍﻠﺤﻰﺍﻠﻘﻴﻮﻢ
Jika dihilamgkan huruf(Hha)-nya maka berbunyi:
(?)Sebuah pertanya-an dan rahasia diatas rahasia dan apa nama-nya apa pula arti dan makna-nya,
maka ilmu itu luas dan ini ilmu A’rifullaahh: ilmu ini adalah lebih tajam dari pada pedang dan lebih halus daripada rambut, itulah kesudaha ilmu ahlullah katanya betapa lagi…..rupa itu melihat dirinya karena telah dikembalikan pada jauh hari yang diterimanya sebanyak tujuh biji kepada-nya telah dikembalikan maka betapa ia melihat,jadi, keduanya ADAM maka tidaklah yang lebih daripada ilmunya orang shufi, Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal akan Tuhan-nya.   
    1.ALAM TUBUH ITU HATI.
 2.ALAM HATI ITU NYAWA.
3.ALAM NYAWA ITU SIR.
4.ALAM SIR ITU ALLAAHH.
Dan adapun ALLAAHH itu nama maka inilah yang disebut ma’rifat yang sempurna kata orang arif billaahh adapun hidup-nya nafas itu beserta ruh hidup-nya ruh itu beserta akal hidup-nya akal itu bebeserta ilmu yang disertai iman dan amal hidupnya ilmu, iman dan amal itu dengan TAUHID.
c.Asal kejadian tubuh Adam diciptakan Allah terdiri dari 4.unsur:
1.   Dzat pada Allaahh, Nafsiyyah  pada Muhammad dan Nur pada Adam yang jadi unsur Api.       Api itu ialah  terbit dari bathin simbol huruf alif dinamai Dzat menjadi rahasia, yang menjadi darah kepada kita. Juga menjadi
2.   Shifat pada Allaahh,Salbiyyah pada Muhammad Nyawa pada Adam yang jadi unsur  Angin. Angin itu ialah terbit dari bathin symbol hurup lam awal dinamai shifat dan menjadi nyawa , yang menjadikan nafas kepada kita.
3.   Asma pada Allaahh Ma’ani pada Muhammad Hati pada Adam yang jadi unsur  Air.                        Air itu ialah terbit dari bathin simbol huruf lam akhir dinamai Asma menjadi hati/nurani yang menjadi mani kepada kita.
4.   Af’al pada Allaahh  Ma’nawiyah pada Muhammad Tubuh pada Adam yang jadi unsur Tanah.                                                              Tanah terbit dari bathin symbol huruf Hha dinamai af’al menjadi etos kerja yang menjadi tubuh bagi kita.
Firman Allaahh:
ﻳﺴﺌﻠﻮﻧﻚﻋﻦﺍﻠﺮﻮﺡﻗﻞﻠﺮﻮﺡﻣﻥﺃﻣﺮﺭﺑﻰ
Yas-aluunaka a’nir-ruhi qul lir-ruhi min amri Rabbi.
Artinya: Selagi akan di pertanyakan kepada engkau yaa Muhammad dari hal ruh, maka katakanlah bermula hal ruh itu pekeraaja-an Tuhan-ku.
Firman-Nya lagi:
Yaa ay-yuhhal-ladziina aamanuut-taqullaahh wabtaghuu ilaihhi washilahh.
ﻳﺎﺃﻳﻬﺎﺍﻠﺬﻳﻥﺁﻣﻨﻮﺍﺍﺗﻘﻮﺍﷲﻮﺍﺑﺗﻐﻮﺍﺇﻠﻴﻪﻮﺼﻴﻠﻪ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepadaAllaahh dan usahakan oleh-mu menuntut kepada washilah.(washillaahh ialah jungjunan kita Nabi Muhammad yang mempunyai washillaahh dan washithahh).



MUQARANAHHU TAKBIR:
ALLAAHH yaitu HAYAT
HAYAT yaitu RUH
RUH yaitu NAFAS
NAFAS yaitu NYAWA
Dalam kalimat thayyibah sebagai berikut:
LAA menjadi HAYAT
ILAAHHA menjadi RUH
ILLA menjadi NAFAS
ALLAAHH menjadi NYAWA

WALLAAHHU ’ALAM