Ilmu
mengenali diri.
Menenal diri itu ada 3 (tiga)
antara lain:
1. Hendaklah mengetahui asal diri nya.
2. Hendaklah mengetauhi mematikan
dirinya sebelum mati.
3. Hendaklah mengetahui sir Allaahh
didalam wujud Insani
Alhadits
:
· ﻣﻦﻋﺮﻑﺍﻠﻨﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪﻋﺮﻑﺍﻠﺮﺑﻪ ﻮﻣﻦﻋﺮﻑﺍﻠﺮﺑﻪ ﻓﻘﺪﺍﻠﺠﻬﻞﺍﻠﻨﻔﺴﻪ٬
“Man a’rafa nafsahhu faqad a’rafa Rabbahhu,
man arafa Rabahhu faqad jahla nafsahhu”
Artinya:
“Barang
siapa mengenali diri-nya makan akan mengenali Tuhan-Nya, barang siapa yang
mengenali Tuhan-Nya maka akan merasa
bodoh/binasalah diri-nya”.
Manusia
yang tidak mengenal Tuhan maka dia akan menjadi Jahhil murakab, yaitu
bersusun dua kejahhilan dalam diri-nya, pertama akan jahhil pada
diri-nya dan yang kedua akan jahil pada Tuhan-Nya. Adapun mengenali diri itu
Ta’liqnya kepada membinasakan akan wujudnya.
Alhadits:
ﻋﺮﻓﺕﺍﻠﺮﺑﻰﺑﺎﻠﺮﺑﻰ
“ Aku kenal Tuhan-ku dengan dengan pengenalan
Tuhan-ku juga”.
·
Arti
Shifat itu adalah rupaNya, yang menjadi nyawa kepada kita,jala-nya kepada tubuh
manusia menjadi ma,rifat.
·
Arti
Dzat itu adalah diriNya, yang menjadi rahasia kepada kita,jalan-nya pada tubuh
manusia menjadi Haqeqat.
·
Arti
Asma itu adalah namaNya, yang menjadi hati kepada kita.jala-nya kepada tubuh
manusia menjadi thareqat.
· Arti Af’al itu adalah
perbuatan-Nya, yang menjadi tubuh kepada kita,jalan-nya kepada tubuh manusia
menjadi syareat.
Mengenai
itu tadi:
Syareat
itu ialah perkatan-nya,istana-nya pada lidah.Thareqat itu ialah
perjalanan-nya,istana-nya pada hati,Haqekat itu ialah tempat kediaman-nya,
istananya pada nyawa/ruh.Ma’rifat itu ialah kelakuan-nya,istan-nya pada seluruh
tubuh.
Empat
unsur alam yang menjadikan kehidupan didunia yaitu:
1.Syare’at
dari unsur Tanah, dan menjadi badan
Muhammad
2.Thareqat
dari unsur Air, dan menjadi Nur Muhammad/jaohar awal.
3.Haqekat
dari unsur angin,dan menjadi nyawa/ruh Muhammad.
4.Ma’rifat
dari unsur api, dan menjadi penglihatan
pada Muhammad.
·
Awal
Muhammad itu Nurani yaitu nyawa pada kita.
·
Akhir
Muhammad itu ruhani yaitu hati kepada kita.
·
Dlahir
Muhammad itu insani yaitu tubuhkepada kita.
·
Bathin
Muhammad itu Rabbani yaitu rahasia kepada kita.
Jadi
jelaslah dari uraian di atas bahwa yang menjadi syarerat itu ialah tubuh
Rasulullaahh dan ma’nanya ialah Rohani,Thareqat ialah hati Rasulullaahh
ma’nanya ialah Ruh Rohani,Ma’rifat ialah ialah penlihatan Rasulullaahh
ma’nanya ialah Ruh Iddlafi dan Haqekat ialah Ruh/nyawa Rasulullaahh
ma’nanya Ruh Rabbani yang sejati. Adapun syare’at itu hancur kepada Thareqat
dan Thareqat itu hancur kepada dan haqeqat itu hancur kepada Nur, itulah
bayang-bayang Allaahh yang sebenar-nya. Adapun matinya orang syareat itu
hancur.
Adapun
matinya orang thareqat itu kurus kering.
Adapun
matinya orang haqekat itu utuh /tidak
rusak.
Adapun
matinya orang ma’rifat itu lenyap kembali kepada asalnya.
Inilah
Hal
mengenal diri yang tiada akan mati dan hidup untuk selamanya seperti hidup-nya
para ahhlil- Irfan dan Mursalin.
B.Kedua
Ilmu mengenali Nurullaahh/Johhar Awal/Nur Muhammad.
Tidak
akan sempurna seseorang mengenal dirinya melainkan harus terlebih dahulu asal
akan diri yang mula-mula dijadikan Allaahh Ta’ala.
Abdullaahh
Ibnu Abas bertanya pada Rasulullah:
“Yaa
Rasulullah, apa yang mula-mula dijadikan Allaahh?” maka sabda Rasulullaahh:
ﺇﻦﺍﷲﺨﻠﻖﻗﺒﻞﺍﻷﺸﻴﺎﺀﻧﻮﺮﺍﻠﻧﺒﻴﻚ
“Innallahha
khalaqa qablal-asy-yaa-a nuurun Nabiyyuka”
“Bahwasanya Allaahh Ta’ala menjadikan dahulu dari pada segala isi-nya
yaitu menjadikan cahaya nabi-mu”.
ﺇﻦﺍﷲﺨﻠﻖ ﺍﻠﺮﻮﺡﺍﻠﻧﺒﻲ ﺻﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪ ﻮﺴﻠﻢ ﻣﻦﺫﺍﺗﻪ
Innallaahha
khalaqar-ruuhun-nabiyushalallaahhu a’layhhiw-wassalam. Mingdzatihhi”.
Artinya;
“Sesungguhnya
Allaahh Ta’laa menjadikan Ruh
Nabi shalallaahhu a’laihi wasalam dari DzatNya”
ﺃﻧﺎﺃﺏﺍﻷﺮﻮﺍﺡ ﻮﺃﺪﻢ ﺃﺏﺍﻠﺒﺸﺮ
Artinya:
“Kata
Nabi: Aku bapak segala Ruh da Adam bapak segala batang tubuh”.
Sebagimana
firman Allaahh:
ﺨﻠﻖﺇﻹﻧﺴﺎﻦ ﻣﻦﻃﻴﻦ
“Khalaqal
insaana min thiin”.
Artinya;
“Aku
jadikan insan manusia(adam) itu dari tanah”.
Makajelaslah
Adam itu sebagai bapaksegala batang tubuh karena tanah itu terdiri dari pada
air, air itu dari pada Nur Muhammad. Jelas barang siapa mencintai Muhammad
dengan segala batang tubuh-nya ia mencintai dan ruh-nya maka iapun mencintai
akan tuhan-Nya.
Maka
janganlah engkau mengira bahwa segala kenyata-an itu lain dari Nur Muhammad.
Firman
Allaahh yang Artinya:” Apapun yang datang kepada-mu itu dari pada sisi
Allaahh yaitu Nur Muhammad, maka janganlah engkau berpindah dari pada
nur Muhammad itu. Semua ada didalam pekerjaan ibadah dan pekerjaan
lain-nya.kecuali pada pekerjaan maksiat maka hendaklah engkau hakekatkan bahwasanya semua ini dari Nur Muhammad.
ﺨﻠﻘﺘﻚ ﻠﻨﻔﺴﻰ ﻭﺨﻠﻘﺘﻚ ﻛﻞﺷﻴﺊﻠﻚ
“
Khalaqtuka linafsi wakhalaqtuka kulli syay-in laka”.
Artinya:
“Aku
jadikan engkau (Muhammad) karena aku dan aku jadikan segala sesuatu (alam
semesta) karena engkau (Muhammad).
Sebenar-
nya nyawaitu Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu adalah shifat-nya yaitu shifat
hayyat bukan shifat hayyun. Menurut setengah ulama bahwa yang sebenar-benar-nya
diri itu adalah Ruh.Ruh itu ada 4 (empat):
1.Nafas.
2.Nufus.
3.Tanafas.
4.Anfus.
Ruh
itu masuk pada tubuh nyawa namanya, apa bila keluar masuk Nafas namanya apa
bila berkehendak ikhtiar namanya dan apa bila berkeinginan Nafsu nama-nya apa
bila ingat, sadar nama-nya, apa bila ada
kepercaya-an iman nama-nya dan apa bila membuat sesuatu akal nama-nya dan pohon akal itu adalah ilmu
itulah sebenar-benar nya yang dinamakan diri:
1. Nafas ialah: yang keluar
masuk,keluarnya dari pusat itulah shifat Jalal yang menjadi suara dan pengrasa
pada kita dan Ijra-il malaikatnya.
2. Nufus ialah: yang tiada
masuk,keluar-nya dari otak itulah shifat Kamal yang menjadi penglihatan pada
kita Mingkail malaikatnya.
3. Tanafas ialah: yang keluar tiada
masuk keluarnya pada hati yang putih bersih itulah sifat Jamal yang menjadi
penciuman kepada kita Israfil
malaikatnya.
4. Anfus ialah: keluar nya pada
jantung kita itulah shifat Qahar jadipendengaran pada kita Jibrail malaikatnya.
Pusat
pendengaran penglihatan penciuman suara dan pengrasa, itusemua berkumpul
ditubuh bagian atas (kepala) yang empat itu jadi hayat dan didalam hayat itu
budi dan didalam budi itu mani dan didalam mani itu sir Muhammad dan didalam
sir itu ni’mat Allah itulah yang bernama nur Muhammad dan datang
dari Nur Allah yang disebut JAOHAR AWAL
atau Nurmuhamad itu Allah juga yang tahu, itulah yang dimaksud laut u’budullaahh yang amat luas
dan amat dalam tidak dapat dicapai oleh
akal dan tiada tersurat oleh tulisan dan
tiada ter ucap dengan kalam. Laa harfin
walaa shautin. Artinya: tiada huruf
tiada suara laa ya’rifullaahhi
illallaahh. Artinya: tiada yang mengenal Allaahh melainkan Allaahh.
”
Barang siapa yang mengenal diri-nya niscaya akan mengenal Tuhan-nya.”
3.Mengenali Rab (Tuhan)-Nya.
a.Marifat
kepada Allaahh itu ada 5(lima) antara lain:
1.Ma’rifat
kepada Wahdaniyyat Allaahh Taa’laa yaitu esa demgan sendiri nya.
2.Ma’rifat
kepada Ta,dhim Allaahh Ta’alaa yaitu akan kebesaran Allaahh
Ta’ala.
3.Ma.rifat
kepada Anugrah Allaahh Ta’alaa, seperti firman Allaahh Ta’alaa
ﻻﻴﻄﻤﺮﻋﻠﻰﻏﻴﺮﻩﺃﺤﺪﺇﻻﻠﻤﻦﺍﺮﺘﻀﻰﻤﻦﺮﺴﻮﻝ
“Laa yathmiru a’laa ghayrihhi ahadun illaa limanirtadhaa
mir-rasuli”.
Artinya:Tiada
aku anugerahkan rahasia itu pada
seseorang kecuali yang aku ridlai daripada Rasulku.
4.Ma’rifat
keapada Awal dan Akhir Allaahh Ta’alaa yaitu Dia Allaahh tiada yang mengawali dan
tiada yang mengakhiri.
5.Ma’rifat
kepada Sirrullaahh Ta’alaa dalam wujud insan. Kalau kita tidak
mengetahui/mencari tahu akan menjadi dosa. Sabda Nabi:
ﻭﺠﻮﺪﻙﺫﻧﺐﻻﻗﻴﺎﺲﻟﻪ
Artinya:Wujudmu
itu dosa tiada kiyas bagi-nya. Walaupun dalam kebaktian sekalipun umpamanya
jasad dengan ruh. Demikian pula kebaikan itu tiada akan sempurna jika tidak
dengan ilmu.
b.Tingkatan
Ma’ripfat pada manusia bisa dirasakan dan dipahami dari beberapa firman sebagai
berikut:
Firman
Allaahh:
Jismul-insaani
wanafsihhi waqalbihhi wassam’ihhi wabasharihhi warijlihhi Wakulla
dzalika adhartu lahhu linafsi binafsi laa huwa illaa anaa walaa ana ghaeruhhu.
Artinya:
Tubuh
Manusia itu dan nafas-nya dan hatinya dan ruhnya dan pandangan-nya
penglihatan-nya dan lidah-nya dan tangan-nya dan kaki-nya dan yang
lain-lain-nya aku nyatakan bahwa diriku dengan dirinya dan tiada insane itu
lain dari padaku dan tiada aku lain daripada-nya.
Demikianlah
Hak Allaahh Ta’alaa itu ada beserta dirimu dimanapun dirimu berada disitulah Allaahh ada.
Firman
Allaahh:
Wahuwa
ma’akum aenama kuntum, wafi anfusikum apala tubshiruun.
Atinya:
Dan Dia Allaahh serta kamu dimana saja
kamu berada disitu pula-lah dia berada beserta dirimu kenapa kamu tidak
melihatnya.
Firman
Allaahh:
Wanahhnu
aqrabu ilaihhi min hablil wariid.
Artinya:
Dan
kami Allaahh lebih dekat kepada mu dari pada otot lehermu sendiri.
Dan
apa bila ada yang bertanya tentang aku yaa Muhammad maka jawablah sesungguh-nya
aku dekat.
Karena
Allaahh memiliki 3 (tiga)Martabat antara lain:
1.Ahadiyahh.
Artinya:
Allaahh itu esa dinamai juga
martabat laa ta’yun atau tiada nyata. Contoh seperti Matahari. Apabila
kita lihat mata hari maka tak terlihat wujud-nya karena terhalang oleh
cahya-nya, begitu juga Dzat Allaahh kita lihat pada wujud insan. Akan
seperti kita melihat matahari.Ta’yin
adalah wujud yang mutlak tidak terlihat sejatinya, belum adanya wujud
nur syuhud dan dinami dengan wujud asma
yang tidak bertempat ibarat biji didalam cangkang karena ta’yin maka itu namanya Ghaybul-ghuyub
artinya terang tidak kelihatan tempatnya itulah Dzatul-Dzat artinya Dzat yang
ada juga dinamai Ahdiyyatul-kasyrah dari yang menciptakan kepada yang
diciptaka/dari Rubbubiyahh kepada ‘ubudiyahh.
2.Wahdahh.
Artinya
Allaahh itu esa karena perhimpunan Tanzihun
Yaitu
suatu satu kesatuan yang asli dan pasti ibarat laut dan ombak tdal bias
dipisahkan disebut ta’yin awal yaitu nyata yang pertama yaitu Allaahh
dengan Muhammad yaitu Dzat dengan
Shifat. Seperti fiman Allaahh:
Wahhuwa
ma’akum aenamaa kuntum.
Artinya:
Dimana
kamu/manusia itu ada disitu pulalah Allaahh ada. Dan itulah wujud Allah Nursyuhud dinamai hakekat
Muhamad atau jaohhar awal dan sebenarnya Muhammad dinamai juda Ruhul kudus ruh suci ruh segala ruh disebut juga wujud idhafi
3.Wahdiyahh.
Artinya
Allaahh itu esa dengan ta’yin tsani atinya Allaahh itu bernama
Muhammad karena Muhammad itu Af’al Allaahh, dan itulah hakekat insan,
Dzat a’yan sathahh nama-nya. Artinya diri yang sudah nyata.
Dan
ketiga itu Ahdiyahh- Wahdahh
dan Wahdiyahh dinamakan qadhim ta’jali insan,Kesemuanya itu
qadli lagi tajali,
DanMartabat hamba itu ada 4 (empat antara lain:
1.
Alam ruh.
2.Alam
miitsal.
3.
Alam ajsam.
4.
Alam insan.
Keempat
martabat itu baru semuaya mengambarkan ada-nya Allaahh ibarat bayangan
tidakmungkin ada kalau tidak ada yang punya bayangan-nya, nah begitulah yang
dimaksud apabila sudah bias memahami/mengenal diri maka akan bias
memehami/mengenal Tuhan.
Kata
sayidina ’Ali:
ﻣﻦﻧﻈﺮﺷﻴﺋﺎﺑﻞﻠﻢﻴﺮﺍﷲﻓﻬﻮﺑﺎﻄﻼ
Man
nadhara syaiaan bal lam yarallaahh fahuwa baathilaan.
Artinya:
Barang
siapa melihat sesuatu tapi tidak melihat Allaahh Ta’alaa didalam
penglihatan-nya maka sia-sialah penglihatan-nya. Karena yang dikatakan ma’rifat
itu adalah satu dan ma;rifat kepada Allaahh kata syekh Ahmad salah satu
dari wali senbilan/wali sanga:
Tiada
buih tiada ombak tiada laut melainkan air semua-nya.itu ibarat kalimah thayibah
LAA ILHHA ILLALLAHH
Maksud-nya
tiada yang menjadikan dunia dan akhirat melainkan Allaahh Ta’alaa, dan
inilaahh kalimah thayibah yang selau dibuat kalimat untuk berdzikir
kepada Allaahh Ta’alaa.
Mengenai
rahasia-nyawa- hati- tubuh. Adalah seperti:
Rahasia
dibuat di dalam tubuh dan bersemayam didalam tubuh itu nyawa dan hati tersimpan
di dalam tubuh dan nyawa dari ketiga nya
itu menjadi rahasia tuhan dalam diri manusia.
Mengenai
sirullah dalam wujud insani sebagai mana firman Allaahh dalam hadits
kudsi:
ﺃﻹﻧﺴﺎﻥﺴﺮﻯﻭﺃﻧﺎﺴﺮﻩ
Al-insanu
sir-ri wa-ana sir-ruhu.
Artinya;
Insan/Manusia itu rahasiakKu dan Aku adalah rahasia insan/Manusia.
1.
Dzat
dengan yang punya dzat adalah satu.
2.
Shifat
dengan yang punya sifat adalah satu.
3.
Asma
dengan yang punya asma adalah satu.
4.
Af’al
dengan yang punya af’al adalah satu.
Itu
semua tajali pada diri manusia. Sebagaimana dalam hadits Qudsi:
ﺃﻹﻨﺴﺎﻥﺳﺮﻭﺴﺮﺻﻔﺎﺗﻰﻭﺻﻔﺎﺗﻰﻻﻏﻴﺮﻩ
Al-insanu
sirri wasirrri shifati washifati laa ghayrihhi.
Artinya:
Manusia itu rahasiaKu dan rahasia itu shifatKu.Dan shifat itu tiada lain
dariKu.
Mengenai
Af’al Allaahh itusebenarnya juga shifat Allaahh shifat Allaahh
juga tiada lain hanya Dzat alah juga. Jadi fahamnya adalah bahwa tidak lagi
mempunyai diri hanya Allaahh yang ada
dan smacam ini namanya Ihram, artinya tiada tahu lagi dirinya dan
Tuhan-nya seperti sebuah besi umapama dipanaskan maka tidak kelihatan besinya
yang kelihatan hanyalah api saja. Artinya yang ada hanya wijud Allaahh
saja (kekal dengan Allaahh adanya).
Kesimpulan-nya
ialah ALLAAHH ITU MAHA PENCIPTA
ALAM SEMESTA.
Dan
ketahuilah Allaahh itu tidak bias dikira-kira nama-nya oleh sekalian ulama, Tetapi telah mashur Nama Allaahh
itu ada 99 nama maka didalam yang 99 itu dipikihlah asma tunggal yaitu tiada
yang melebihi dari ALLAAHH karena Allaahh itu ada 4 (empat)
hurupnya yaitu: ﺍﻝﻝﻫ ﺃﷲ ALLAAHH.
Jika
terhimpun huruf yang 4 (empat) maka akan berbunyi:
ﺍﻝﻝﻫ : ﺃﷲ : ALLAHH = ﺃﷲﺍﻠﺬﻯﺧﻠﻖﺍﻠﺴﻤﻮﺍﺕﻮﺍﻷﺭﺽ
Jika
dihilangkan huruf (Alif)-nya maka
berbunyi:
ﷲ : ﻝﻝﻫ : LILLAHHI =ﷲﻣﺎﻓﻰﺍﻠﺴﻤﻮﺍﺕﻮﺍﻷﺭﺽ
Jika
dihliangkan huruf (lam awa)l-nya nak berbunyi:
ﻠﻪ : ﻝﻫ : LAHHU
= ﻠﻪﺍﻠﻤﻚﻮﻠﻪﺍﻠﺤﻤﺪ
Jika
dibuang huruf (lam akhir)-nya maka berbunyi:
ﻫ : ﻫﻮ : HHU =ﻫﻮﺍﷲﺍﻠﺬﻯﻻﺇﻠﻪﺇﻻﻫﻮﺍﻠﺤﻰﺍﻠﻘﻴﻮﻢ
Jika
dihilamgkan huruf(Hha)-nya maka berbunyi:
(?)Sebuah
pertanya-an dan rahasia diatas rahasia dan apa nama-nya apa pula arti dan
makna-nya,
maka
ilmu itu luas dan ini ilmu A’rifullaahh: ilmu ini adalah lebih tajam
dari pada pedang dan lebih halus daripada rambut, itulah kesudaha ilmu ahlullah
katanya betapa lagi…..rupa itu melihat dirinya karena telah dikembalikan pada
jauh hari yang diterimanya sebanyak tujuh biji kepada-nya telah dikembalikan
maka betapa ia melihat,jadi, keduanya ADAM maka tidaklah yang lebih daripada
ilmunya orang shufi, Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal akan
Tuhan-nya.
1.ALAM TUBUH ITU HATI.
2.ALAM HATI ITU NYAWA.
3.ALAM NYAWA ITU SIR.
4.ALAM SIR ITU ALLAAHH.
Dan
adapun ALLAAHH itu nama maka inilah yang disebut ma’rifat yang sempurna
kata orang arif billaahh adapun hidup-nya nafas itu beserta ruh
hidup-nya ruh itu beserta akal hidup-nya akal itu bebeserta ilmu
yang disertai iman dan amal hidupnya ilmu, iman dan amal itu dengan TAUHID.
c.Asal
kejadian tubuh Adam diciptakan Allah terdiri dari 4.unsur:
1. Dzat pada Allaahh,
Nafsiyyah pada Muhammad dan Nur pada
Adam yang jadi unsur Api. Api itu
ialah terbit dari bathin simbol huruf
alif dinamai Dzat menjadi rahasia, yang menjadi darah kepada kita. Juga menjadi
2. Shifat pada Allaahh,Salbiyyah
pada Muhammad Nyawa pada Adam yang jadi unsur
Angin. Angin itu ialah terbit dari bathin symbol hurup lam awal dinamai
shifat dan menjadi nyawa , yang menjadikan nafas kepada kita.
3. Asma pada Allaahh Ma’ani
pada Muhammad Hati pada Adam yang jadi unsur
Air. Air
itu ialah terbit dari bathin simbol huruf lam akhir dinamai Asma menjadi
hati/nurani yang menjadi mani kepada kita.
4. Af’al pada Allaahh Ma’nawiyah pada Muhammad Tubuh pada Adam yang
jadi unsur Tanah.
Tanah terbit dari bathin symbol huruf Hha dinamai af’al menjadi etos
kerja yang menjadi tubuh bagi kita.
Firman
Allaahh:
ﻳﺴﺌﻠﻮﻧﻚﻋﻦﺍﻠﺮﻮﺡﻗﻞﻠﺮﻮﺡﻣﻥﺃﻣﺮﺭﺑﻰ
Yas-aluunaka
a’nir-ruhi qul lir-ruhi min amri Rabbi.
Artinya:
Selagi akan di pertanyakan kepada engkau yaa Muhammad dari hal ruh, maka
katakanlah bermula hal ruh itu pekeraaja-an Tuhan-ku.
Firman-Nya
lagi:
Yaa
ay-yuhhal-ladziina aamanuut-taqullaahh wabtaghuu ilaihhi
washilahh.
ﻳﺎﺃﻳﻬﺎﺍﻠﺬﻳﻥﺁﻣﻨﻮﺍﺍﺗﻘﻮﺍﷲﻮﺍﺑﺗﻐﻮﺍﺇﻠﻴﻪﻮﺼﻴﻠﻪ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepadaAllaahh dan usahakan
oleh-mu menuntut kepada washilah.(washillaahh ialah jungjunan kita Nabi
Muhammad yang mempunyai washillaahh dan washithahh).
MUQARANAHHU
TAKBIR:
ALLAAHH
yaitu HAYAT
HAYAT
yaitu RUH
RUH
yaitu NAFAS
NAFAS
yaitu NYAWA
Dalam
kalimat thayyibah sebagai berikut:
LAA
menjadi HAYAT
ILAAHHA
menjadi RUH
ILLA
menjadi NAFAS
ALLAAHH
menjadi NYAWA
WALLAAHHU
’ALAM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar