MENUJU MA'RIFAT
Kemampuan Manusia untuk melakukan
Ma’rifat.Allaahh menciptakan manusia dengan sempurna yaitu diberikannya
bentuk tubuh yang baik, akal pikiran dan nafsu, kemudian manusia itu sendiri
yang menentukan mampu atau tidaknya menggunakan pemberianAllaahh dengan
baik (QS. At tin: 4-5).
Artinya:
*Sesungguhnya kami Telah menciptakan
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
*Kemudian kami kembalikan dia ke
tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
Ruh sebagai power untuk menghidupkan
seluruh anggota badan, Akal sebagai alat untuk menerima ilmu pengetahuan atau
untuk mengetahui haqiqat sesuatu secara logis tanpa mempertimbangkan hal-hal
yang irasional, anggota tubuh seperti panca indra yang hanya dapat
merealisasikan secara indrawi tanpa mempertimbangkan pernghalangnya. Dari semua
anggota tubuh manusia hanya Hati yang dapat menerima sesuatu yang mutlak dari
Allaahh yang maha kuasa karena hati adalah sebagai tuan dari anggota
tubuh, semua aktivitas anggota tubuh digerakkan oleh hati dan hati adalah Allaahh
yang menggerakkan-Nya.
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih.
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih.
Maka bagi mereka pahala yang tiada
putus-putusnya ” diterangkan dalam (QS.Al Bayyinah ayat:4-6):
Artinya:
*Dan tidaklah berpecah belah
orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang
kepada mereka bukti yang nyata.
*Padahal mereka tidak disuruh
kecuali supaya menyembah Allaahh dengan memurnikan keta-atan kepadaNya
dalam (menjalankan) agama yang lurus)*, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
*Sesungguhnya orang-orang yang kafir
yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam,
mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
)*Lurus berarti jauh dari syirik
(mempersekutukan Allaahh) dan jauh dari kesesatan.
” Sesungguhnya Allaahh
mempunyai karunia terhadap manusia tetapi manusia kebanyakan tidak bersyukur ”
(QS.Al Baqarah:243):
Artinya:
Apakah kamu tidak memperhatikan
orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu
(jumlahnya) Karena takut mati; Maka Allaahh berfirman kepada mereka:
"Matilah kamu")*, Kemudian Allaahh menghidupkan mereka.
Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia
tidak bersyukur.
)*sebahagian ahhli tafsir
(seperti Al-Thabari dan ibnu Katsir) mengartikan mati di sini dengan mati yang
Sebenarnya; sedangkan sebahagian ahhli tafsir yang lain mengartikannya
dengan mati semangat.
Juga dalam(Qur-an Surat Al Mu’min
ayat:61):
Artinya:
Allaahh-lah yang menjadikan
malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang
benderang. Sesungguhnya Allaahh benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan
atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Juga dalam (Qur-an Surat Yunus
ayat:60):
Artinya:
Apakah duga-an orang-orang yang
mengada-adakan kebohongan terhadap Allaahh pada hari kiamat ?
Sesungguhnya Allaahh benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan)
atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
” Allaahh menurunkan
karunia-Nya kepada siapa yang dikehendakinya diantara hamba-hamba Nya ” (QS.Al
Baqarah ayat:90):
Artinya:
Alangkah buruknya (hasil perbuatan)
mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah
diturunkan Allaahh, Karena dengki bahwa Allaahh menurunkan
karunia-Nya)* kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya.
Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurka-an)**. dan untuk
orang-orang kafir siksa-an yang menghinakan.
)*Maksudnya: Allaahh
menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad s.a.w.
)**Maksudnya: mereka mendapat
kemurkaan yang berlipat-ganda yaitu kemurka-an Karena tidak beriman kepada
Muhammad s.a.w. dan kemurka-an yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu
membunuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.
Allaahh telah menyediakan dan
memberikan beberapa kelebihan untuk manusia sehingga manusia yang asal mulanya
sama diciptakan dari tanah kemudian mempunyai tingkat kelebihan yang berbeda
disisi Allaahh karena ketaqwa-an dan usaha mereka untuk mencapai
kehadhirat-Nya. Kelebihan Allaahh yang diberikan kepada manusia diluar
adat kebisa-an manusia biasa (Kha-ariqulil ‘Adat) dan diluar akal manusia,
sehingga manusia yang mendapat kelebihan dapat berbuat diluar adat dan akal
manusia, antara lain:
A.Yang mendapat kan Kha-arikulil ‘adahh
itu diantaranya:
1. Para Rasul
Mendapat kelebihan Mu’jizat dengan jalan mendapat Wahyu dari Allaahh untuk bekal da’wah menegakkan agama Tauhid dan memberantas kemusyrikan.
Mendapat kelebihan Mu’jizat dengan jalan mendapat Wahyu dari Allaahh untuk bekal da’wah menegakkan agama Tauhid dan memberantas kemusyrikan.
Katakanlah: ” Sesunggguhnya aku ini
( asalnya ) hanya manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku. Bahwa
sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa ” itu didalam (QS. Al Kahhfi
ayat:110 ).
Artinya:
Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini
manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya
Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
“Rasul-rasul itu kami lebihkan
sebagian mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allaahh
berkata-kata (langsung dengan Dia) dan sebagian- sebagiannya Allaahh
meninggikannya beberapa derajat. Dan kami berikan kepada Isa putera Maryam
beberapa Mu’jizat serta kami perkuat mereka dengan Ruhul Qudus itu dalam”
(QS.Al Baqarahh ayat:253):
Artinya:
Rasul-rasul itu kami lebihkan
sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allaahh
berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allaahh
meninggikannya)* beberapa derajat. dan kami berikan kepada Isa putera Maryam
beberapa mukjizat serta kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus)**. dan kalau Allaahh
menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang)
sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam
keterangan, akan tetapi mereka berselisih, Maka ada di antara mereka yang
beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. seandainya Allaahh
menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. akan tetapi Allaahh
berbuat apa yang dikehendakiNya.
)*yakni nabi Muhammad s.a.w.
)**Maksudnya: kejadian Isa a.s.
adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus
oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. menurut Jumhur
musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.
2.Calon Nabi dan para Nabi
Mendapat kelebihan Irhash dari Allaahh
seperti Nabi Muhammad sejak kecil sudah bisa menguasai memanah seperti halnya seorang
dewasa.
Juga para Nabi Mendapat kelebihan
Irhash dengan jalan mendapat Ilham dariAllaahh untuk bekal da’wah
menegakkan kebenaran dan menghapuskan kejahatan.
” Dan sesungguhnya telah kami lebihkan sebagian Nabi-nabi itu diatas sebagian ( yang lain ) dan kami berikan Zabur kepada Daud” itu dalam (QS. Al Isra:55):
” Dan sesungguhnya telah kami lebihkan sebagian Nabi-nabi itu diatas sebagian ( yang lain ) dan kami berikan Zabur kepada Daud” itu dalam (QS. Al Isra:55):
Artinya
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa
yang (ada) di langit dan di bumi. dan Sesungguhnya Telah kami lebihkan sebagian
nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud.
3.Para Wali
Mendapat Karamahh dengan jalan Mujahadah dan Riyadlah yang tinggi dalam menjalankan pengetahuan tasawuf hingga mencapai Ma’rifat kepada Allaahh.
Hubungan para wali dengan Allaahh sudah sangat harmonis sehingga segala kelakuan mereka dalam ketentuan Allaahh tanpa ada pengaruh syaitan, hawa Nafsu dan kedunia-an. Banyak kita temuiKaromah para wali dijagat raya ini yang diluar kemampuan akal dan fisik manusia biasa untukmembuktikan keagungan dan kebenaran Allaahh.
Perhatikan dalam (QS. Yunus ayat:62-63):
Mendapat Karamahh dengan jalan Mujahadah dan Riyadlah yang tinggi dalam menjalankan pengetahuan tasawuf hingga mencapai Ma’rifat kepada Allaahh.
Hubungan para wali dengan Allaahh sudah sangat harmonis sehingga segala kelakuan mereka dalam ketentuan Allaahh tanpa ada pengaruh syaitan, hawa Nafsu dan kedunia-an. Banyak kita temuiKaromah para wali dijagat raya ini yang diluar kemampuan akal dan fisik manusia biasa untukmembuktikan keagungan dan kebenaran Allaahh.
Perhatikan dalam (QS. Yunus ayat:62-63):
Artinya:
*Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali
Allaahh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)
mereka bersedih hati.
*(yaitu) orang-orang yang beriman
dan mereka selalu bertakwa.
4. Para shalihin (orang-orang yang
shalih)Mendapat Ma’unahh karena ketaqwa-an mereka kepada Allaahh
dan Istiqomah dalam menjalankan perintah Allaahh dan menjauhkan
laranganNya.
“ Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allaahh ialah orang yang paling bertaqwa di
antara kamu ” (QS. AlHujarat:13):
Artinya:
Hai manusia, Sesungguhnya kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allaahh ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allaahh Maha
mengetahui lagi Maha Mengenal.
” Allaahh akan meninggikan
orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapaderajat, Dan Allaahh maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan ” ini didalam (QS.Al Mujadilah ayat:11):
Artinya:
Hai orang-orang beriman apabila kamu
dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka
lapangkanlah niscaya Allaahh akan memberi kelapangan untukmu. dan
apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allaahh
akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allaahh Maha mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Dan Allaahh mempunyai
kelebihan ( yang dicurahkan ) atas orang-orang yang beriman. Ini dalam (QS. Ali
Imran ayat:152):
Artinya:
Dan Sesungguhnya Allaahh
Telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan
izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu)* dan
mendurhakai perintah (rasul) sesudah Allaahh memperlihatkan kepadamu apa
yang kamu sukai)**. di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara
kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allaahh memalingkan
kamu dari mereka)*** untuk menguji kamu, dan Sesunguhnya Allaahh Telah
mema’afkan kamu. dan Allaahh mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas
orang orang yang beriman.
)*Yakni: urusan pelaksana-an
perintah nabi Muhammad s.a.w. Karena beliau Telah memerintahkan agar regu
pemanah tetap bertahan pada tempat yang Telah ditunjukkan oleh beliau dalam
keada-an bagaimanapun.
)**Yakni: kemenangan dan harta
rampasan.
)***Maksudnya: kaum muslimin tidak
berhasil mengalahkan mereka.
4.Orang-orang yang Munafiq atau
Fasiq.
Mendapat Kahanahh/Ihanahh,dan atau
Mendapat Kahanahh/Ihanahh,dan atau
5.Orang-orang yang kafir.
Mendapat Istidraj yaitu kelebihan
yang luar biasa yang menyalahi adat kebisa-an manusia dengan jalan bersekutu
dengan syaitan atau Jin kafir sebagai uluran azab Allaahh karena
kekafiran atau kefasikan mereka.
Dan kami lebihkan mereka (Bani Israil) atas yang lain didunia ini. Di dalam (QS. al Jatsiyah:16):
Dan kami lebihkan mereka (Bani Israil) atas yang lain didunia ini. Di dalam (QS. al Jatsiyah:16):
Artinya:
Dan Sesungguhnya Telah kami berikan
kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasa-an dan kenabian dan kami berikan
kepada mereka rezki-rezki yang baik dan kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa
(pada masanya).
Perintah Mencari Kelebihan Allaahh
dengan hati (Melakukan Ma’rifat).
Hati menurut ilmu kedokteran adalah darah hitam yang beku mempunyai bentuk tersendiri letaknya disebelah kiri dada (Heart) berfungsi sebagai penetral darah. Tetapi Imam Al Ghazali tidak berbicara tentang bentuk dan fungsinya menurut ilmu kedokteran hanya berbicara menurut pandangan ilmu kebathinan (Tashawwuf). Hati menurut pandangan Tashawwuf adalah unsur halus yang bershifat ke-Tuhanan dan metafisik yang berada pada bentuk hati yang bershifat jasmani.
Kelebihan Allaahh yang diberikan kepada manusia tertampung dalam wadah yang mulia yaitu hati. Kelebihan Allaahh yang ada pada hati manusia adalah akal, Bashirah (Mata bathin), Niat, Pengetahuan Illaahhi. Hikmah dan yang tertinggi adalah Ma’rifat.
Hati menurut ilmu kedokteran adalah darah hitam yang beku mempunyai bentuk tersendiri letaknya disebelah kiri dada (Heart) berfungsi sebagai penetral darah. Tetapi Imam Al Ghazali tidak berbicara tentang bentuk dan fungsinya menurut ilmu kedokteran hanya berbicara menurut pandangan ilmu kebathinan (Tashawwuf). Hati menurut pandangan Tashawwuf adalah unsur halus yang bershifat ke-Tuhanan dan metafisik yang berada pada bentuk hati yang bershifat jasmani.
Kelebihan Allaahh yang diberikan kepada manusia tertampung dalam wadah yang mulia yaitu hati. Kelebihan Allaahh yang ada pada hati manusia adalah akal, Bashirah (Mata bathin), Niat, Pengetahuan Illaahhi. Hikmah dan yang tertinggi adalah Ma’rifat.
Sesungguhnya Allaahh
memerintahkan HambaNya untuk mencari kelebihannya, salah satunya adalah dekat
mendekatkan diri padanya melaluihati sanubari (ma’rifat), sebagaimana ayat-ayat
dibawah ini :
Dan mohonlah kepada Allaahh sebagian dari kelebihanNya. Sesungguhnya Allaahh Maha mengetahui segala sesuatu ” (QS. Annisa:32):
Dan mohonlah kepada Allaahh sebagian dari kelebihanNya. Sesungguhnya Allaahh Maha mengetahui segala sesuatu ” (QS. Annisa:32):
Artinya:
Dan janganlah kamu iri hati terhadap
apa yang dikaruniakan Allaahh kepada sebahagian kamu lebih banyak dari
sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa
yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang
mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allaahh sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allaahh Maha mengetahui segala sesuatu.
” Dia akan memberi pada
tiap-tiaporang yang mempunyai kelebihan (balasan) keutama-annya. Jika kamu
berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari qiamat ” (QS.
Huud ayat:2):
Artinya:
Agar kamu tidak menyembah selain
Allaahh. Sesungguhnya Aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa
khabar gembira kepadamu daripadaNya,
B.Memperoleh Kelebihan dari Allaahh
ada dua cara:
1. Wahbi atau Ladunni
Yaitu kelebihan Allaahh yang diperoleh dengan jalan wahyu atau ilham tanpa ada usaha, mudah dan cepat mendapatkannya karena langsung dari Allaahh. Seperti, para Rasul dengan wahyu, Nabi dengan ilham.
2. Kasbi atau Ikhtiyari
Yaitu kelebihan Allaahh yang diperoleh dengan usaha yang keras, sulit mendapatkannya dan dalam waktu yang relatif lama. Seperti, kelebihan orang shalih yang diperoleh dengan istiqomah beribadah atau menjalankan tashawwuf dengan Mujahadah dan Riyadlah yang tinggi. Setiap manusia dapat memperoleh kelebihan yang Allaahh sediakan untuknya asalkan mereka mampu menjalannya dengan baik dan hatiyang bersih atau Allaahh memberikan langsung dengan mudah tanpa usaha melalui wahyu atau ilham.
Dalam usaha memperoleh kelebihan Allaahh, ada beberapa tingkat perbeda-an manusia sesuai dengan akal dan kebisa-an mereka,diantaranya:
1. Wahbi atau Ladunni
Yaitu kelebihan Allaahh yang diperoleh dengan jalan wahyu atau ilham tanpa ada usaha, mudah dan cepat mendapatkannya karena langsung dari Allaahh. Seperti, para Rasul dengan wahyu, Nabi dengan ilham.
2. Kasbi atau Ikhtiyari
Yaitu kelebihan Allaahh yang diperoleh dengan usaha yang keras, sulit mendapatkannya dan dalam waktu yang relatif lama. Seperti, kelebihan orang shalih yang diperoleh dengan istiqomah beribadah atau menjalankan tashawwuf dengan Mujahadah dan Riyadlah yang tinggi. Setiap manusia dapat memperoleh kelebihan yang Allaahh sediakan untuknya asalkan mereka mampu menjalannya dengan baik dan hatiyang bersih atau Allaahh memberikan langsung dengan mudah tanpa usaha melalui wahyu atau ilham.
Dalam usaha memperoleh kelebihan Allaahh, ada beberapa tingkat perbeda-an manusia sesuai dengan akal dan kebisa-an mereka,diantaranya:
1. Hati anak kecil yang belum
sempurna
Menerima petunjuk Allaahh, ia dapatmengalami keajaiban Tuhan tetapi tidak dapat mengimprestasikan apa-apa yang dialaminya.
Menerima petunjuk Allaahh, ia dapatmengalami keajaiban Tuhan tetapi tidak dapat mengimprestasikan apa-apa yang dialaminya.
2. Hati yang kotor
Karena berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu sehingga tidak dapat menerima kelebihan Allaahh sebelum dibersihkan terlebih dahulu.
Karena berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu sehingga tidak dapat menerima kelebihan Allaahh sebelum dibersihkan terlebih dahulu.
3. Hati yang labil
Masih bimbang mencari sesuatu kedunia-an walaupun selalu beribadah belum dapat menerima haqiqat ke-Tuhanan kecuali ia meninggalkan kesibukan dunia.
Masih bimbang mencari sesuatu kedunia-an walaupun selalu beribadah belum dapat menerima haqiqat ke-Tuhanan kecuali ia meninggalkan kesibukan dunia.
4. Hati yang bodoh
Terhadap haqiqat keTuhanan ia beribadah tetapi tidak mempelajari tentang haqiqat ke-Tuhanan Allaahh yang sebenarnya atau ia tidak mencari haqiqat ke-Tuhanan Allaahh.
Terhadap haqiqat keTuhanan ia beribadah tetapi tidak mempelajari tentang haqiqat ke-Tuhanan Allaahh yang sebenarnya atau ia tidak mencari haqiqat ke-Tuhanan Allaahh.
5. Hati yang terhijab
Karena pengaruh pengetahuan atau mengikuti sesuatu ajaran / dogma yang dapat menutup hatinya dari haqiqat ke-Tuhanan Allaahh.
Karena pengaruh pengetahuan atau mengikuti sesuatu ajaran / dogma yang dapat menutup hatinya dari haqiqat ke-Tuhanan Allaahh.
Lima Kelebihan hati yang tidak Ada
Pada Anggota Tubuh
1. Tempat persaingan iman dan syaitan untuk menguasai.
2. Pengendali gerakan akal dan hawa nafsu.
3. Penggerak anggota tubuh.
4. Obat untuk memperbaiki hati sangat sulit.
5. Banyak penyakit hati.
Pengetahuan hati lebih utama dibanding pengetahuan akal atau panca indra, karena pengetahuan akal atau indra obyeknya terbatas hanya bershifat Empiris dan Rasional dan sering tertipu oleh obyek yang sedang diamati atau bershifat Spekulatif yang sering mengundang kontradiksi diantara para ilmuwan.
1. Tempat persaingan iman dan syaitan untuk menguasai.
2. Pengendali gerakan akal dan hawa nafsu.
3. Penggerak anggota tubuh.
4. Obat untuk memperbaiki hati sangat sulit.
5. Banyak penyakit hati.
Pengetahuan hati lebih utama dibanding pengetahuan akal atau panca indra, karena pengetahuan akal atau indra obyeknya terbatas hanya bershifat Empiris dan Rasional dan sering tertipu oleh obyek yang sedang diamati atau bershifat Spekulatif yang sering mengundang kontradiksi diantara para ilmuwan.
1. Pengetahuan hati mempunyai
tigakelebihan
Pengetahuan hati tidak terbatas pada sesuatu yang bershifat Empiris dan Rasional tetapi dapat mengetahui sesuatu yang Metafisik dan yang maha Muthlak.
Pengetahuan hati tidak terbatas pada sesuatu yang bershifat Empiris dan Rasional tetapi dapat mengetahui sesuatu yang Metafisik dan yang maha Muthlak.
2. Pengetahuan hati dibimbing
oleh Ilaahhi dengan Wahyu, Intuisi dan Hhidayahh.
3. Hati tempat penilaian Tuhan
untuk semua amal manusia.
Keutama-an Ma’rifat
Ma’rifat adalah mengenal yang hak pada segala Asma dan sifatNya dengan sebenar-benarnya. Ma’rifat adalah keistimewa-an yang tertinggi yang ada pada hati, karena seseorang yang sudah ma’rifat hubungan antaranya dan Allaahh sudah sangat dekat dan harmonis sehingga dirinya menyatu dengan Allaahh, shifatnya adalah shifat Allaahh dan semua aktivitasnya adalah qudrat Allaahh.
” Siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya ” (al Hadits). Abu Ali berkata:”Kehidupan orang yang Arif selalu tenang tidak ada rasa takut atau bersedih hati dan tingkah lakunya menunjukkan kehebatan Allaahh “.
Ma’rifat adalah mengenal yang hak pada segala Asma dan sifatNya dengan sebenar-benarnya. Ma’rifat adalah keistimewa-an yang tertinggi yang ada pada hati, karena seseorang yang sudah ma’rifat hubungan antaranya dan Allaahh sudah sangat dekat dan harmonis sehingga dirinya menyatu dengan Allaahh, shifatnya adalah shifat Allaahh dan semua aktivitasnya adalah qudrat Allaahh.
” Siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya ” (al Hadits). Abu Ali berkata:”Kehidupan orang yang Arif selalu tenang tidak ada rasa takut atau bersedih hati dan tingkah lakunya menunjukkan kehebatan Allaahh “.
Penghalang Melakukan Ma’rifat
Syaithan selalu berusaha untuk menghalangi usaha manusia dalam mencapai kelebihan Allaahh (Melakukan Ma’rifat) dengan bermacam halangan agar manusia tidak dipandang oleh Allaahh dan jauh dari rahmatNya. Syaithan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (QS.Al Baqarah:268):
Syaithan selalu berusaha untuk menghalangi usaha manusia dalam mencapai kelebihan Allaahh (Melakukan Ma’rifat) dengan bermacam halangan agar manusia tidak dipandang oleh Allaahh dan jauh dari rahmatNya. Syaithan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (QS.Al Baqarah:268):
Artinya:
Syaithan menjanjikan
(menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan
(kikir); sedang Allaahh menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan
karunia)*. dan Allaahh Maha luas (karuniaNya) lagi Maha Mengatahui.
)*balasan yang lebih baik dari apa
yang dikerjakan sewaktu di dunia.
Ada beberapa penghalang yang berupa
dosa yang menghalangi manusia untuk mencapai kelebihan Allaahh
diantaranya dosa-dosa itu adalah:
• Perbuatan Ma’ siat
• Mengikuti Hawa nafsu
• Cinta pada dunia
• Mengikuti dogma / ajaran yang dilarang agama.
• Perbuatan Ma’ siat
• Mengikuti Hawa nafsu
• Cinta pada dunia
• Mengikuti dogma / ajaran yang dilarang agama.
Ma’rifat dalam Pandangan Al Qur-an
dan Hadits
Dari uraian diatas telah dijelaskan bahwa ma’rifat adalah pengetahuan tentang rahasia-rahasia dari Tuhan yang diberikan kepada HambaNya melalui pancaran CahayaNya (Tuhan) ke dalam hati seorang Sufi. Dengan demikian Ma’rifat berhubungan dengan Nur (CahayaTuhan). Di dalam Al Qur-an dijumpai tidak kurang dari 43 kali kata Nur di ulang dan sebagian besar dihubungkan dengan Allaahh. Salah satunya ayat di bawah ini : (QS. Al-Nur 24:40)
Dari uraian diatas telah dijelaskan bahwa ma’rifat adalah pengetahuan tentang rahasia-rahasia dari Tuhan yang diberikan kepada HambaNya melalui pancaran CahayaNya (Tuhan) ke dalam hati seorang Sufi. Dengan demikian Ma’rifat berhubungan dengan Nur (CahayaTuhan). Di dalam Al Qur-an dijumpai tidak kurang dari 43 kali kata Nur di ulang dan sebagian besar dihubungkan dengan Allaahh. Salah satunya ayat di bawah ini : (QS. Al-Nur 24:40)
Artinya:
Atau seperti gelap gulita di lautan
yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya
(lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan
tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi
cahaya (petunjuk) oleh Allaahh tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.
Ayat di atas berbicara tentang cahaya Allaahh, cahaya tersebut hanya diberikan Allaahh kepada hambaNya yang Dia kehendaki. Mereka yang mendapatkan cahaya dengan mudah akan mendapatkan petunjuk hidup, sedangkan mereka yang tidak mendapatkan cahaya akan mendapatkan kesesatan hidup.
Dalam Ma’rifat kepada Allaahh yang didapatkan orang Shufi adalah cahaya. Dengan demikian ajaran Ma’rifat sangat dimungkinkan terjadi dalam Islam dan tidak bertentangan dengan Al Qur-an. Selanjutnya di dalam Hadits kita jumpai sabda Rasulullah yang berbunyi :
Ayat di atas berbicara tentang cahaya Allaahh, cahaya tersebut hanya diberikan Allaahh kepada hambaNya yang Dia kehendaki. Mereka yang mendapatkan cahaya dengan mudah akan mendapatkan petunjuk hidup, sedangkan mereka yang tidak mendapatkan cahaya akan mendapatkan kesesatan hidup.
Dalam Ma’rifat kepada Allaahh yang didapatkan orang Shufi adalah cahaya. Dengan demikian ajaran Ma’rifat sangat dimungkinkan terjadi dalam Islam dan tidak bertentangan dengan Al Qur-an. Selanjutnya di dalam Hadits kita jumpai sabda Rasulullah yang berbunyi :
“Aku (Allaahh) adalah
perbendahara-an yang tersembunyi (Ghaib), Aku ingin memperkenalkan siapa Aku,
maka aku ciptakanlah mahluk. Oleh karena itu Aku memperkenalkan DiriKu kepada
mereka. Maka mereka itu mengenal Aku” (Hadits Qudsi).
Hadits tersebut memberikan petunjuk bahwa Allaahh dapat dikenal oleh manusia. Caranya dengan mengenal atau meneliti Cipta-anNya. Ini menunjukkan bahwa Ma’rifat dapat terjadi, dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Hadits tersebut memberikan petunjuk bahwa Allaahh dapat dikenal oleh manusia. Caranya dengan mengenal atau meneliti Cipta-anNya. Ini menunjukkan bahwa Ma’rifat dapat terjadi, dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
D alam kitab Al-Mahabbah, Imam
Al-Ghazali mengatakan bahwa cinta kepada Allaahh adalah tujuan puncak
dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki derajad/level yang tinggi.
“(Allaahh) mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” dalam (QS. 5:
54):
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, barang
siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allaahh akan
mendatangkan suatu kaum yang Allaahh mencintai mereka dan merekapun
mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang
bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allaahh,
dan yang tidak takut kepada cela-an orang yang suka mencela. Itulah karunia
Allaahh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allaahh
Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Dalam tashawwuf, setelah di raihnya
maqam mahabbahh ini tidak ada lagi maqam yang lain kecuali buah dari
mahabbahh itu sendiri. Pengantar-pengantar spiritual seperti sabar,
taubat, zuhud, dan lain lain, nantinya akan berujung pada mahabatullaahh
(cinta kepada Allaahh).
Dalam buku “Mahabbatullaahh” (mencintai Allaahh), Imam Ibnu Qayyim menuturkan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allaahh. Bahwasanya cinta senantiasa berkaitan dcngan amal. Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan kalbu, disanalah cinta Allaahh berlabuh. Itu karena Cinta Allaahh merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecinta-an yang terpuji, bukan kecinta-an yang tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allaahh
Tidak ada pemberi ni’mat dan kebaikan yang haqiqi selain Allaahh. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang haqeqi bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allaahh SWT. Sudah menjadi shifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua ni’mat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allaahh secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.
Dalam buku “Mahabbatullaahh” (mencintai Allaahh), Imam Ibnu Qayyim menuturkan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allaahh. Bahwasanya cinta senantiasa berkaitan dcngan amal. Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan kalbu, disanalah cinta Allaahh berlabuh. Itu karena Cinta Allaahh merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecinta-an yang terpuji, bukan kecinta-an yang tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allaahh
Tidak ada pemberi ni’mat dan kebaikan yang haqiqi selain Allaahh. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang haqeqi bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allaahh SWT. Sudah menjadi shifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua ni’mat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allaahh secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.
Ketertundukan hati secara total di
hadapan Allaahh, disinilah kita sebagai hamba Allaahh bisa
membuktikan bahwa ma’rifat kepada Allaahh juga tertanam dalam kalbu
kita, berusaha mewujudkannya dalam setiap perbuatan, ibadah dan
merealisasikannya dalam kehidupan sehingga kita termasuk dalam golongan
ma’rifatullaahh.
Allaahh mengajak hambaNya
untuk mengenal diriNya di dalam Al Qur-an dengan dua cara yaitu:
· pertama, melihat segala
perbuatan Allaahh, dan yang
· kedua, melihat dan merenungi
serta menggali tanda-tanda kebesaran Allaahh.
seperti dalam firman-Nya: dalam (QS.
Ali Imran: 190):
Artinya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal,
Jelas sudah dari ayat di atas, bahwa
Allaahh tidak melarang bahkan memerintahkan HambaNya untuk mengenal
diriNya,Ma’rifat kepada Tuhan tidak bisa ditemukan meskipun dengan menyembahnya
secara benar. Ma’rifat dapat ditemukan dengan cara larut dengan-Nya, melalaikan
dunia secara total dan terus-menerus berpikir tentang Nya. Mungkin bagi kita
yang hanya sebagai manusia yang tergolong kedalam golongan ma’rifat mukmin
menurut Dzunnin al Mishrimasih di kategorikan belum mampu untuk larut
dengan-Nya, melalaikan dunia secara total dan terus-menerus berpikir
tentangNya. Begitu pula yang termasuk ke dalam golongan ma’rifat ……. Mereka
adalah para filosof, ahhli ilmu kalam, dan para pemikir. Mereka hanya
mengetahui Allaahh berdasarkan data-data empiris melalui penelitian-penelitian.
Mereka tidak mengenal Allaahh
dan mereka tidak mampu membuka hijab Allaahh SWT karena mereka tidak
sepenuhnya memusatkan pikiran dan hidup mereka untuk mengetahui Dzat Allaahh.
Bagi mereka mengetahui untuk kajian
ilmiah sudah cukup membuktikan adanya Allaahh SWT. Mereka tidak dapat
membuka hijab Allaahh karena mereka belum dapat melalaikan dunia secara
total. Sedangkan ma’rifat awliya muqarrab. Mereka adalah nabi, wali, dan shufi
yang mempunyai pribadi yang dekat dengan Allaahh SWT. Hanya mereka yang
mampu membuka hijab Allaahh SWT. Karena mereka sudah mampu untuk
larutdengan-Nya, melalaikan dunia secara total dan terus-menerus berpikir
tentangNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar