MA’RIFAT
1.Ma’rifat, Dari segi bahasa Ma’rifat berasal dari kata arafa,
ya’rifu, ‘irfan, ma’rifat yang artinya pengetahuan dan pengalaman. yaitu
perpaduan dari syariat-thariqat-hakikat yang nantinya menuju kepada “mengenal
Allaahh dan keilmuan (kunci kode) alam semesta yang termuat dalam Al
Qur-an serta menta-ati syariat Rasulullaahh SAW.”
· Maka, apakah ma’rifat itu?
Ma’rifat adalah pandai/ mengerti/ paham dan melaksanakan (dengan sempurna).
Sayangnya dalam fase ini (ma’rifat), tidak ada seorang manusia pun yang mampu
mendekati ma’rifat apalagi duduk dalam tahap tersebut. Alasan-nya mudah saja,
karena syarat mutlak makrifat adalah “ilham sejenis wahyu apabila diberikam
pada Nabi dan Rasul.”
· Mengapa harus mendapat
ilham/wahyu untuk ma’rifat? secara mudah saja, Ma’rifat, artinya pengetahuan
dan pengalaman, yaitu perpaduan dari syariat-thariqat-haqiqat yang nantinya
menuju kepada “mengenal Allaahh dan keilmuan (kunci kode) alam semesta
yang termuat dalam Al Qur-an serta menta-ati syariat Rasulullaahh SAW.”
Maka bagaimana akan ma’rifat bila tanpa mendapat ilham atau wahyu bagi rasul?
· Bagaimana menjadi ma’rifat?
jawabannya adalah: karena marifat yang mutlaq diberikan pada Nabi dan Mursalin,
maka kita harus mengikuti jejak dan akhlaq Nabi kita Muhammad saw,insya Allaahh
bila bisa melakukan-nya seseorang itu akan mendapat derajat nabi, bukan menjadi
Nabi tapi akan bersamanya disorga kelak.
· Kita tentu pernah/ sering
mendengar konsep “manunggaling kawula gusti.” yaitu bersatunya antara
cipta-an dengan Sang Pencipta sehingga seola-olah menyatu padahal tidak (hanya
karena kedekatannya) dikatakan menyatu. Adoh tanpo wangenan, cedak tanpo
senggolan (Jauh tak berjarak, dekat tidak bersentuhan). Dalam tahap ini
pun, hanya seorang nabi yang mampu melaksanakan dan orang orang yang mengikuti
ajaran-nya. (sebab para nabi sudah lepas dari hal-hal duniawi, mereka memiliki
dunia tapi tidak menuruti dunia).begitu juga kita jangan terlalu mencintai
dunia kalau ingin Ma’rifat seperti para Nabi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar