Minggu, 08 Februari 2015

SYIRIK ADALAH SESUATU YANG MENGGUGURKAN TAUHID



II. PEMBAGIAN SYIRIK.
Syirik itu tebagi tiga (3) bagian, yaitu:
1.Syirik Akbar (besar).
2.Syirik Ashghar (kecil).
3.Syirik Khafiy (tersembunyi).
1.Syirik Akbar ialah:
Berakibat gugurnya seluruh amal dan menyebabkan kekal di neraka (bagi yang meninggal dalam keada-an demikian).
Sebagaimana Firman Allaahh Ta’alaa dalam (Al Qur-an surat Al-An’aam ayat 88):Dzaalika hhudallaahhi yahhdi bihhi may-yasyaa-uu min ‘ibadihhi Walaw asyrakuu lahabitha ‘anhhum maa kaanuu ya’maluun”.
Artinya:
Itulah petunjuk Allaahh, yang dengan-Nya dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allaahh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang Telah mereka kerjakan.
Firman Allaahh dalam (Al Qur-an surat At-taubah; ayat 17):Maa kaana liimusyrikiina ay-yamuruu masaajidallaahhi syahhidiina a’laa  anfusihhim bilkufri uulaaiika habithat a’maaluhhum wafiinnari hhum khaliduun.
Artinya:
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masji-masjid Allaahh, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri masih kafir, itulah orang-orang yang sia-sia pekerja-annya, dan mereka kekal didalam neraka.
Bagi orang yang meninggal dunia  sedang ia masih melakukan syirik akbar, maka ini tidak akan di ampuni dan diharamkan baginya Surga. Sebagaimana Firman Allaahh Ta’ala dalam (Al Qur-an surat An- Nisa; ayat 48):
Innallaahha laa yughfiru an yusyrika bihhi wayagh firu maa duuna dzalika limay-yasyaa-uu wamay-yusyrik bil-laahhi faqadiftaraa isman ‘adhiimaa.
Artinya:
Sesungguhnya Allaahh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. barangsiapa yang mempersekutukan Allaahh, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.
Firman Allaahh dalam ( Al Qur-an surat Al Maidahh; ayat 72):
Innahhu may-yusyrik billahhi faqad haramallahhu a’layhhil jannata wamaawaahhun-naru wamaa lidh-dhaalimiina min anshaarin.
Artinya:
Sesungguh-nya orang-orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allaahh  maka pasti Allahh kepadanya mengharamkan Surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun.
Diantara syirik akbar ini ialah: berdo’a/memohon kepada orang-orang yang sudah meninggal, kepada berhala-berhala, menyembelih untuk mereka dan lain sebagainya.
2.Syirik Ashghar ialah:
Perbuatan yang ditetapkan oleh Allaahh nash-nash Al-Qur-an dan Sunnahh sebagai syirik, akan tetapi tidak termasuk syirik akbar, misalnya seperti riya’ dalam beramal, bersumpah dengan selain Allaahh, ucapan “Masya Allaahh wasya’aa Fulan (apa yang dikehendaki Allaahh dikehendaki oleh si Fulan). Dan lain sebagainya.
Rasulullaahh Shalallaahhu a’layhhi wassalam bersabda:
“Akhwafu maa akhaafu a’laykumusy-syarkul asygharu fasuila ‘anhhu faqaala; ar-rayaa-uu
Artinya:
Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, maka beliau ditanya tentang syirik kecil tersebut,kemudian beliau menjawab:”yaitu riya”.(HR.Imam ahmad, Thabrani dan Baihaqi dari shahabat Mahmud bin Lubaid Al Anshariy Radliyallaahhu anhhu .
“Man khalafa bisyay-in dunallaahhi faqad asyraka”.
Artinya:
“Barang siapa bersumpah dengan sesuatau selain Allaahh, maka ia telah berbuat syirik” (HR.Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dariUmar bin Khathab radliyallaahhu anhhu).
“Laa taquuluu; maa syaa-Allaahhu wasyaa-aa fulaanuw walakin quuluu maasyaa-Allaahhu tsumma syaa-aa fulaan”.
Artinya:
“Janganlah kamu mengatakan: apa yang dikehendaki Allaahh dan yang dikehendaki siFulan, namun katakanlah; apayang dikehendaki oleh Allaahh, kemudian dikehendaki oleh siFulan”.(HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Hudaifahh Bin Yaman radliyallahhu an’hhu)
Syirik  AShghar ini tidak mengeluarkan-nya dari keIslaman tidakpula berakibat kekal didalam neraka. Hanya saja ia mengurangi kesempuna-an Tauhid yang Haqeqi/ hakiki.
3. Syirik Khafiy ialah:
Syirik Khafiy juga bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu: Syirik Akbar dan Syirik Ashghar, syirik khafiy ini  dapat dimasukan kedalam salah satu dari dua macam syirik tersebut.
Syirik khafiy yang masuk syirik akbar ialah: seperti orang-orang munafiq yang menyembunyikan iman mereka, mereka yang bathil dan menampakan keIslaman-nya karena riya’ dan takut akan (kemaslahatan) diri mereka.
Syirik khafiy yang menjadi syirik ashghar ialah:
Seperti riya’ sebagaimana (yang di jelaskan) dalam hadits Mahmud bin Lubaid Al Anshariy dan hadits Abu Sa’id  yang dijelaskan di (2. Syirik Ashgar). Dan hanya Allaahh saja  yang dapat memberi pertolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar