II.
PEMBAGIAN SYIRIK.
Syirik itu tebagi tiga (3) bagian, yaitu:
1.Syirik Akbar (besar).
2.Syirik Ashghar (kecil).
3.Syirik Khafiy (tersembunyi).
1.Syirik Akbar ialah:
Berakibat
gugurnya seluruh amal dan menyebabkan kekal di neraka (bagi yang meninggal
dalam keada-an demikian).
Sebagaimana
Firman Allaahh Ta’alaa dalam (Al Qur-an surat Al-An’aam ayat 88):Dzaalika hhudallaahhi
yahhdi bihhi may-yasyaa-uu min ‘ibadihhi Walaw
asyrakuu lahabitha ‘anhhum maa kaanuu ya’maluun”.
Artinya:
Itulah petunjuk Allaahh, yang dengan-Nya dia memberi
petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambaNya. seandainya
mereka mempersekutukan Allaahh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan
yang Telah mereka kerjakan.
Firman Allaahh
dalam (Al Qur-an surat At-taubah; ayat 17):Maa kaana
liimusyrikiina ay-yamuruu masaajidallaahhi syahhidiina a’laa anfusihhim bilkufri uulaaiika
habithat a’maaluhhum wafiinnari hhum khaliduun.
Artinya:
Tidaklah pantas
orang-orang musyrik itu memakmurkan masji-masjid Allaahh, sedang mereka
mengakui bahwa mereka sendiri masih kafir, itulah orang-orang yang sia-sia
pekerja-annya, dan mereka kekal didalam neraka.
Bagi orang yang
meninggal dunia sedang ia masih
melakukan syirik akbar, maka ini tidak akan di ampuni dan diharamkan baginya Surga.
Sebagaimana Firman Allaahh Ta’ala dalam (Al Qur-an surat An- Nisa; ayat
48):
Innallaahha laa yughfiru an
yusyrika bihhi wayagh firu maa duuna dzalika limay-yasyaa-uu
wamay-yusyrik bil-laahhi faqadiftaraa isman ‘adhiimaa.
Artinya:
Sesungguhnya Allaahh tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi
siapa yang dikehendakiNya. barangsiapa yang mempersekutukan Allaahh,
Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.
Firman Allaahh dalam ( Al Qur-an surat Al Maidahh;
ayat 72):
Innahhu
may-yusyrik billahhi faqad haramallahhu a’layhhil jannata
wamaawaahhun-naru wamaa lidh-dhaalimiina min anshaarin.
Artinya:
Sesungguh-nya orang-orang yang mempersekutukan
sesuatu dengan Allaahh maka pasti
Allahh kepadanya mengharamkan Surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan
tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun.
Diantara syirik
akbar ini ialah: berdo’a/memohon kepada orang-orang yang sudah meninggal,
kepada berhala-berhala, menyembelih untuk mereka dan lain sebagainya.
2.Syirik Ashghar ialah:
Perbuatan yang
ditetapkan oleh Allaahh nash-nash Al-Qur-an dan Sunnahh sebagai
syirik, akan tetapi tidak termasuk syirik akbar, misalnya seperti riya’ dalam
beramal, bersumpah dengan selain Allaahh, ucapan “Masya Allaahh
wasya’aa Fulan (apa yang dikehendaki Allaahh dikehendaki oleh si
Fulan). Dan lain sebagainya.
Rasulullaahh
Shalallaahhu a’layhhi wassalam bersabda:
“Akhwafu maa
akhaafu a’laykumusy-syarkul asygharu fasuila ‘anhhu faqaala; ar-rayaa-uu”
Artinya:
Sesuatu yang
paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, maka beliau ditanya
tentang syirik kecil tersebut,kemudian beliau menjawab:”yaitu riya”.(HR.Imam
ahmad, Thabrani dan Baihaqi dari shahabat Mahmud bin Lubaid Al Anshariy
Radliyallaahhu anhhu .
“Man khalafa
bisyay-in dunallaahhi faqad asyraka”.
Artinya:
“Barang siapa
bersumpah dengan sesuatau selain Allaahh, maka ia telah berbuat syirik”
(HR.Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dariUmar bin Khathab radliyallaahhu
anhhu).
“Laa taquuluu; maa
syaa-Allaahhu wasyaa-aa fulaanuw walakin quuluu maasyaa-Allaahhu
tsumma syaa-aa fulaan”.
Artinya:
“Janganlah kamu
mengatakan: apa yang dikehendaki Allaahh dan yang dikehendaki siFulan,
namun katakanlah; apayang dikehendaki oleh Allaahh, kemudian dikehendaki
oleh siFulan”.(HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Hudaifahh Bin
Yaman radliyallahhu an’hhu)
Syirik AShghar ini tidak mengeluarkan-nya dari keIslaman
tidakpula berakibat kekal didalam neraka. Hanya saja ia mengurangi kesempuna-an
Tauhid yang Haqeqi/ hakiki.
3. Syirik Khafiy ialah:
Syirik Khafiy
juga bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu: Syirik Akbar dan Syirik Ashghar,
syirik khafiy ini dapat dimasukan
kedalam salah satu dari dua macam syirik tersebut.
Syirik khafiy
yang masuk syirik akbar ialah: seperti orang-orang munafiq yang menyembunyikan
iman mereka, mereka yang bathil dan menampakan keIslaman-nya karena riya’ dan
takut akan (kemaslahatan) diri mereka.
Syirik khafiy
yang menjadi syirik ashghar ialah:
Seperti riya’
sebagaimana (yang di jelaskan) dalam hadits Mahmud bin Lubaid Al Anshariy dan
hadits Abu Sa’id yang dijelaskan di (2.
Syirik Ashgar). Dan hanya Allaahh saja
yang dapat memberi pertolongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar